Thursday, September 10, 2009

Speedy Bong-bong (in memoriam Seno Bayu Aji)

Setelah mendengar berita duka malam tadi yang cukup mengagetkan, dmana saya kehilangan satu lagi sahabat muda, yang dikala kesehariannya tidak pernah terlihat sedikitpun penyakit didalam tubuhnya.

Seno bayu aji, salah satu junior terbaik yang pernah dimiliki Sabhawana (Pecinta Alam SMA Negri 3 Jakarta). Almarhum, dahulu saat dia sedang dalam proses pembelajaran kepecintaalaman, sosok yang diam, cerdas, bersemangat. Saat almarhum selesai proses pendidikan kepecintaalaman, dia menjadi sosok yang sangat humoris, senang berbagi ilmu, dan tak pernah berhenti belajar.

Seno atau yang akrab di panggil Bong2, karena dahulu dia pernah membawa tenda dgn bentuk aneh bermerek Bong-bong, dari jalur pendakian di wanawisata cidahu gunung salak menuju kawah ratu, saat itu dia sedang menjadi pengurus di sabhawana, dimana dia harus bertanggung jawab untuk membawa perlengkapan logistik tim. Saat itu almarhum membawa 3 set tenda untuk tim, yang salah satunya bermerk Bong-bong.
Tenda itu cukup unik karena dengan packaging yang besar, berbentuk bulat dgn diameter sekitar 1 meter.
Namun dlm pendirian tenda tersebut, hanya memakan waktu kurang dr 1 menit, yaitu dgn pelepas pengikat dan tenda tersebut akan terbuka dgn sendirinya.
Tenda itu berbentuk dome, setelah terbuka hanya tinggal dikencangkan ditiap sudutnya dgn pasak.

Entah apa kesamaan seorang Seno Bayu Aji dengan Tenda Dome Bong-bong tersebut, namun almarhum diberi nama itu, karena dia membawa tenda dengan dimensi packaging yang cukup besar (lingkaran dgn diameter 1 meter), melewati jalur dr cidahu menuju sukaratu. Tapi yang almarhum lakukan adalah bentuk tanggung jawab atas jabatannya sebagai logistik dalam perjalanan, agar beberapa teman-teman dalam pendakian kali ini bisa tidur didalam tenda Bong-bong.

Kerja keras dan tanggung jawabmu cukup mengajari saya secara pribadi, tanpa banyak mengeluh dan komentar.
Mungkin saat itu penyakit dalam dirimu telah ada namun tak sedikitpun kau tunjukkan ganasnya penyakit itu.

Semut

No comments: